Pianomemiliki barisan tuts yang dimainkan dengan cara ditekan. Piano adalah salah satu alat musik yang paling umum digunakan oleh musisi di penjuru dunia. Contohnya dalam kalimat: "The keys of pianos have been made of a variety of woods over time." "The most expensive piano in the world is the Crystal Piano, created in 2008 for the
Salahsatu alat musik yang digunakan di era Islam adalah A. Gitar Gambus. B. gambang. C. gamelan. D. akordeon
Rababmerupakan salah satu jenis alat musik tradisional khas Minangkabau yang sering kali digunakan pada saat penyebaran agama Islam oleh Pedagang Aceh di masa lalu. Kesenian tradisional khas Sumatera Barat satu ini tumbuh dan berkembang di kebudayaan masyarakat Minangkabau.
Ukulelesendiri cukup populer di Indonesia sejak pertama kali kedatangannya pada tahun 1880 yang di bawa ke pulau Ambon. Selanjutnya ke Makassar dan pada akhirnya menjadi alat musik Keroncong di Kampung Toeogoe (tugu) Cilincing, Jakarta Utara. 3. Gitar. Gitar adalah salah satu alat musik yang bisa dibilang paling populer di seluruh dunia.
Alatmusik yang digunakan untuk memainkan jenis aliran musik rock ini antara lain adalah gitar listrik, gitar bass, synthesizer dan drum set. RnB Rhythym and Blues atau yang populer dengan nama RnB ini merupakan salah satu jenis musik yang di dalamnya terdapat kombinasi atau perpaduan dari beberapa jenis musik seperti jazz, blues, gospel dan pop.
Tuddukatadalah salah satu alat musik yang digunakan di Mentawai yang terbuat dari kayu besar yaitu kayu kulip dan bisa juga kayu babaet atau kayu ribbu,untuk menghasilkan bunyinyapun harus ada pemukulnya yang di sebut "Tektektek".
22 Berikut ini adalah pengaruh perkembangan musik selama periode Islam, kecuali A. Lagu-lagu berirama oriental dimainkan B. Seni membaca Alquran melodi C. Lagu-lagu Kristen lenyap D. Pembacaan panggilan untuk sholat, Takbir dan Tahlil semakin dikenal. Jawaban : C. 23. Salah satu alat musik yang digunakan di era Islam adalah .. A. Gitar
Musikblues pada awalnya merupakan musik spiritual yang sering dilantunkan oleh orang Afrika-Amerika di abas ke 19. Bagi saya sendiri hal yang cukup menarik terkait sejarah musik blues ini ad alah bahwa musik blues berakar dari tradisi kamu Muslim. Mungkin hal ini agak sulit dipercaya. Pasalnya yang diketahui publik selama ini mengenai musik
Meskipundianggap sebagai salah satu alat musik modern, saksofon pertama kali diciptakan pada tahun 1840 di Belgia oleh Adolphe Sax. Harmonika . Alat musik tiup lainnya yang juga jadi alat musik modern adalah harmonika. Secara rancangan, alat musik modern satu ini dianggap sebagai salah satu inovasi yang cukup baik dalam klasifikasi alat musik
Top8: Alat, Bahan dan Proses yang Digunakan Untuk Membatik. Pengarang: Peringkat 154. Ringkasan: Jakarta - Batik adalah salah satu seni kriya yang sudah dikenal sejak dahulu. Batik sendiri merupakan karya seni bernilai tinggi, yang sudah menjadi bagian dari kebudayaan dan kebanggaan Indonesia.Dikutip dari buku Asyiknya Mengenal
A98qG. BAGHDAD - Perkembangan musik yang terus menggeliat membuat musisi mendapatkan posisi terhormat dalam kehidupan sosial. Popularitas mereka bahkan sejajar dengan kemasyhuran para ilmuwan. Para khalifah tak segan memberikan tunjangan dan imbalan besar kepada al-Maushilli, misalnya, pernah menuai hadiah 100 ribu dirham dari Khalifah Harun al-Rasyid dan tunjangan 10 ribu dirham setiap bulan. Mengutip penjelasan A Hasymi dalam Sejarah Kebudayaan Islam, kontribusi umat Islam dalam perkembangan seni musik cukup besar. Terutama, pada dua unsur vokal dan instrumen musik. Jenis musik warisan umat Islam antara lain disebut qit’a fragmen, ghazal lagu cinta, dan mawl lagu tentang keindahan. Sementara itu, instrumen musik ciptaan musisi Muslim adalah qasaba nay, tabla drum, duff tamborin, serta qasa simbal.Instrumen lainnya adalah oud. Bentuknya mirip buah pir, terdiri atas 12 string. Alat musik ini sangat penting dalam pagelaran musik. Alat ini juga digunakan di dunia Barat. Namanya menjadi il luto di Italia. Di Jerman, alat musik ini menjadi laute, di Prancis disebut le luth, dan di Inggris bernama lute. Rebab yang merupakan salah satu bentuk dasar ataupun rebana adalah instrumen lainnya yang diadaptasi di banyak negara. Semua itu menambah bukti bahwa umat Islam memberi perhatian besar pada musik, kata Abdul Hadi WM melalui tulisannya yang berjudul Musik, Religiositas, dan Ilmu Musik AsingMasyarakat Arab pra-Islam sudah memiliki beragam jenis lagu. Misalnya, bertema kemenangan, perang, kepercayaan, dan cinta. Ini menjadi bagian dari bakal perkembangan seni musik di dunia Islam. Pada masa berikutnya, umat Islam mampu menciptakan alat musik, yaitu tambur segitiga, gambus, seruling, dan suling tak bisa dielakkan kehadiran pengaruh peradaban asing terhadap khazanah kesenian musik Arab dan Islam. Pemusik, penyair, dan ahli pengobatan abad ke-8 bernama al-Nadhr ibnu al-Harits ibnu Kaladah, memperkenalkan gambus Persia. Begitu pula yang dilakukan musisi awal Makkah, yakni Said ibnu orang pertama yang menerjemahkan lagu-lagu Bizantium dan Persia ke dalam bahasa Arab. Lebih jauh, Ismail dan Lois Lamya al Faruqi dalam buku Atlas Budaya menegaskan, para ilmuwan dan musisi Muslim secara serius memadukan teori musik asing dengan nilai-nilai Islam. Kaidah dan pelaksanaannya bersumber dari masa pemerintahan Abbasiyah, masuknya pengaruh asing dalam perkembangan seni musik di dunia Islam semakin deras. Penerjemahan literatur ilmiah dari Yunani juga mengupas teori-teori musik, antara lain karya filsuf Aristoteles yang diterjemahkan ke bahasa Arab berjudul Kitab al Masa'il Problemata oleh Hunayn ibnu lainnya berjudul Kitab fi al Nafs de Anima. Ada pula terjemahan buku karya Euclid berjudul Kitab al-Nagham Buku Melodi, serta al-Musiqi al-Kabir Opus Mayor dalam Musik karya Nicomachus. Ketika itu, kata musiqah diserap dari bahasa Yunani. Banyak kosakata latin yang kemudian juga mewarnai khazanah musik Philip K Hitti, dari karya-karya Yunani itu, para penulis Arab memperoleh gagasan dan ide ilmiah tentang musik. Mereka juga menjadi semakin ahli dalam aspek fisika dan fisiologi suara. Dari sini pula, lahir para penulis ilmu musik kondang, pelopornya adalah filsuf ini menunjukkan adanya pengaruh Yunani dalam bidang seni musik awal di dunia Islam. Setidaknya, al-Kindi menelurkan enam karya. Salah satunya mengulas penggunaan notasi. Ismail dan Lois Lamya al-Faruqi juga menampilkan daftar tokoh-tokoh Muslim yang menulis risalah dan buku soal musik dan seni Ibnu Abu al-Dunya dan Abu Bakar Abdullah ibnu Muhamamd ibnu Khurdadzbih 894 Masehi, yang mengembangkan instrumen musik. Pada 912 Masehi, Ibnu al-Munajjim, serta Yahya ibnu Ali ibnu Yahya ibnu Abi Mansyur melakukan kajian tentang pada 967 Masehi di Baghdad, menulis adab biografi lagu dan kumpulan lagu. Begita pula al-Khawarizmi dan Abu Abdillah al-Makki pada 997 Masehi menyusun ensiklopedia seni dan sains. Karya-karya tersebut sangat penting bagi perkembangan ilmu musik di dunia islam serta berpengaruh pula di Barat.
Para ulama berbeda pendapat tentang boleh tidaknya umat bermain musik dan mendengarkannya. Di era kejayaannya, umat Islam mampu mencapai kemajuan dalam bidang seni musik. Terlebih lagi, musik dan puisi menjadi salah satu tradisi yang berkembang di Semenanjung Arab sebelum kedatangan Islam. Seni musik Islam mulai berkembang ketika wilayah kekuasaan Islam meluas. Pada saat itu, kaum Muslim mulai berbaur dengan berbagai bangsa yang masing-masing mempunyai kebudayaan dan peradaban Islam dalam bidang musik tercatat dalam Kitab Al-Aghani yang ditulis oleh Al-Isfahani 897 M-967 M. Dalam kitab itu, tertulis sederet musisi di zaman kekhalifan, seperti Sa'ib Khathir wafat 683 M, Tuwais wafat 710 M, dan Ibnu Mijjah wafat 714 M. Penyebaran Islam ke seluruh penjuru jazirah Arab, Persia, Turki, Romawi, hingga India, itu memiliki tradisi Misjah wafat tahun 705 M merupakan ahli musik pertama yang muncul di awal perkembangan seni musik pada masa kejayaan peradaban Islam. Setelah itu, kaum Muslim banyak yang mempelajari buku-buku musik yang diterjemahkan dari bahasa Yunani dan Hindia. Mereka mengarang kitab-kitab musik baru dengan mengadakan penambahan, penyempurnaan, dan pembaharuan, baik dari segi alat-alat instrumen maupun dengan sistem dan musik berkembang pesat di era kekuasaan Dinasti Abbasiyah. Para ilmuwan Muslim menerjemahkan risalah musik dari Yunani terutama ketika Khalifah Al-Ma'mun berkuasa. Para Khalifah Abbasiyah pun turut mensponsori para penyair dan musisi. Salah satu musisi yang karyanya diakui dan disegani adalah Ishaq Al-Mausili 767 M-850 M.Umat Muslim juga memiliki Yunus bin Sulaiman Al-Khatib wafat 785 M. Beliau adalah pengarang musik pertama dalam Islam. Kitab-kitab karangannya dalam bidang musik sangat bernilai tinggi sehingga penggarang-penggarang teori musik Eropa banyak yang merujuk ke ahli musik ini. Dalam perkembangan selanjutnya, dikenal juga Khalil bin Ahmad wafat tahun 791 M. Beliau telah mengarang buku teori musik mengenai not dan itu ada Ishak bin Ibrahim Al-Mausully wafat tahun 850 M yang telah berhasil memperbaiki musik Arab jahiliyah dengan sistem baru. Buku musiknya yang terkenal adalah Kitabul Alhan Wal-Angham Buku Not dan Irama. Beliau juga sangat terkenal dalam musik sehingga mendapat julukan Imam Ul-Mughanniyin Raja Penyanyi.Selain penyusunan kitab musik yang dicurahkan pada akhir masa pemerintahan Dinasti Umayyah. Prof A Hasmy dalam bukunya mengenai Sejarah Kebudayaan Islam mengungkapkan, pada masa itu para khalifah dan para pejabat lainnya memberikan perhatian yang sangat besar dalam pengembangan pendidikan sekolah musik didirikan oleh negara Islam di berbagai kota dan daerah, baik sekolah tingkat menengah maupun sekolah tingkat tinggi. Sekolah musik yang paling sempurna dan teratur adalah yang didirikan oleh Sa'id 'Abd-ul-Mu'min wafat tahun 1294 M. Pendirian sekolah musik ini terutama banyak dilakukan pada masa pemerintahan Dinasti satu sebab mengapa di masa Dinasti Abbasiyah didirikan banyak sekolah musik, menurut Prof A Hasmy, karena keahlian menyanyi dan bermusik menjadi salah satu syarat bagi pelayan budak, pengasuh, dan dayang-dayang di istana dan di rumah pejabat negara atau di rumah para hartawan untuk mendapatkan pekerjaan. Karena itu, telah menjadi suatu keharusan bagi para pemuda dan pemudi untuk mempelajari matematika dan filsafat Pada awal berkembangnya Islam, musik diyakini sebagai cabang dari matematika dan filsafat. Tak heran jika banyak di antara para matematikus dan filsuf Muslim terkemuka yang juga dikenal karena sumbangan pemikirannya terhadap perkembangan seni musik. Salah satu di antaranya adalah Al-Kindi 800 M-877 M. Ia menulis tak kurang dari 15 kitab tentang musik, namun yang masih ada tinggal lima. Al-Kindi adalah orang pertama yang menyebut kata Muslim lainnya yang juga banyak menyumbangkan pemikirannya bagi musik adalah Al-Farabi 870 M-950 M. Ia tinggal di Istana Saif al-Dawla Al-Hamdan¡ di Kota Aleppo. Matematikus dan filsuf ini juga sangat menggemari musik serta puisi. Selama tinggal di istana itu, Al-Farabi mengembangkan kemampuan musik serta teori tentang juga diyakini sebagai penemu dua alat musik, yakni rabab dan qanun. Ia menulis tak kurang dari lima judul kitab tentang musik. Salah satu buku musiknya yang populer bertajuk, Kitabu al-Musiqa to al-Kabir atau The Great Book of Music yang berisi teori-teori musik dalam Al-Farabi dalam bidang musik masih kuat pengaruhnya hingga abad ke-16 M. Kitab musik yang ditulisnya itu sempat diterjemahkan oleh Ibnu Aqnin 1160 M-1226 M ke dalam bahasa Ibrani. Selain itu, karyanya itu juga dialihbahasakan ke dalam bahasa Latin berjudul De Scientiis dan De Ortu Scientiarum. Salah satu ahli teori musik Muslim lainnya adalah Ibnu Islam tentang Lagu dan Musik Banyak orang meyakini bahwa musik bisa membangun kesadaran masyarakat atas kondisi sosial yang terjadi di sekitarnya. Lalu, bagaimanakah Islam memandang musik itu sendiri dalam kaitannya dengan pembangunan sosial dan budaya suatu Islam, ada dua pandangan terhadap musik. Ada ulama yang membolehkan dan ada pula yang melarangnya. Perbedaan ini muncul lantaran Alquran tak membolehkan dan melarangnya. Namun demikian, terjadi perbedaan pandangan para ulama tentang boleh atau tidaknya bermain musik, termasuk mendengarkannya. Imam Syaukani dalam kitabnya Nailul Authar menyatakan, para ulama berselisih pendapat tentang hukum menyanyi dan alat musik. Menurut jumhur ulama, hukumnya haram. Sedangkan, Mazhab Ahl al-Madinah, Azh-Zhahiriyah, dan jamaah Sufiyah Mansyur al-Baghdadi dari Mazhab Syafi'i menyatakan, Abdullah bin Ja'far berpendapat bahwa menyanyi dan musik itu tidak menjadi masalah. Bahkan, dia sendiri pernah menciptakan sebuah lagu untuk dinyanyikan para pelayan budak wanita jawari dengan alat musik, seperti rebab. Persitiwa ini terjadi di masa Khalifah Ali bin Abi Thalib al-Jaziri dalam kitabnya Al-Fiqh 'Ala Mazhahib al-Arba'ah menyatakan, Al-Ghazali berkata, ''Nas-nas syarak telah menunjukkan bahwa menyanyi, menari, dan memukul rebana sambil bermain perisai dan senjata dalam perang pada hari raya adalah mubah. Sebab, hari seperti itu adalah hari bergembira.''Mengutip perkataan Imam Syafi'i yang mengatakan, sepanjang pengetahuannya, tidak ada seorang pun dari ulama Hijaz yang benci mendengarkan nyanyian atau suara alat-alat musik, kecuali bila di dalamnya mengandung hal-hal yang dilarang oleh Mazhab Hambali menyatakan, tidak halal menggunakan alat musik, seperti seruling, gambus, dan gendang, baik dalam acara seperti pesta pernikahan maupun acara lainnya. Menurut pendapat ini, walaupun acara walimahan, apabila di dalamnya ada alat musik, seseorang tidak wajib untuk memenuhi undangan ulama Hanafiyah menyatakan, nyanyian yang diharamkan adalah nyanyian yang mengandung kata-kata tidak baik, tidak sopan, porno, dan sejenisnya. Sedangkan, yang dibolehkan adalah yang memuji keindahan bunga, air terjun, gunung, pemandangan alam, dan memuji kebesaran Allah terkemuka Dr Yusuf al-Qardawi dalam bukunya, Al-Halaal wal Haraam fil Islam, memperbolehkan musik dengan sejumlah Muhammad Nashiruddin al-Albani melarang umat Islam untuk bermusik. Ia mendasarkannya pada salah satu hadis yang diriwayatkan Imam Bukhari. ''Akan ada dari umatku sebagai kaum yang menghalalkan zina, memakai sutra, minuman keras, dan alat-alat musik.''Musik Sebagai Pemersatu Sebenarnya, sejumlah ritual keagamaan yang dijalankan umat Islam mengandung musikalitas. Salah satu contohnya adalah alunan azan. Selain itu, ilmu membaca Alquran atau ilmu qiraah juga mengandung musik. Secara umum, umat Islam memperbolehkan musik. Bahkan, di era kejayaannya, umat Islam mampu mencapai kemajuan dalam bidang seni ulama di Tanah Air menilai, musik memiliki peranan baik jika ditinjau dari segi kehidupan sosial masyarakat ataupun kehidupan beragama. Dalam pandangan Prof KH Didin Hafidhudin, kesenian-termasuk seni musik-merupakan kebutuhan yang sesuai dengan fitrah manusia. ''Islam itu adalah agama yang menghargai fitrah manusia. Karena itu, sah untuk dikembangkan.''Melalui musik, menurut Didin, manusia dari berbagai tempat serta dengan latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda bisa dipertemukan. Selain itu, melalui musik, kepekaan sosial dan rasa tanggung jawab yang dimiliki seseorang bisa diasah. ''Orang saling mengenal satu sama lain, di samping juga semakin mengenal siapa dirinya,'' ujar ketua umum Baznas ini kepada konteks ajaran Islam, lanjut Didin, sebuah karya musik haruslah bertujuan untuk mendekatkan diri seorang manusia kepada sang pencipta, Allah SWT. Namun, yang terjadi sekarang, sambungnya, banyak karya musik yang dihasilkan hanya mengusung tema pemujaan kepada lawan jenis dan kebebasan yang tidak bertanggung menilai, paradigma musik saat ini dekat dengan hal yang bersifat hura-hura dan urakan. Dan, itu semua, menurutnya, sudah melekat pada diri para musisi dalam negeri. ''Padahal, ide-ide gagasan tersebut ditularkan kepada masyarakat pendengar. Karena itu, tidak jarang karya musik itu justru menimbulkan kematian dan anarki,'' musik, ungkap Ketua Umum Rabithah Ma'ahidil Islamiyah RMI/Asosiasi Pondok Pesantren Se-Indonesia, KH Mahmud Ali Zain, selain menjadi sebuah budaya, juga menjadi alat penghibur dan alat untuk berkomunikasi. Karena itu, kata dia, kedudukan musik berbeda-beda. ''Ada yang menyatakan itu barang yang mubah, tetapi ada juga yang memandangnya sebagai sebuah barang yang diharamkan tidak boleh.''Namun, dalam pandangan Islam, menurut Mahmud, sebuah karya musik paling tidak harus memenuhi dua persyaratan, yakni memiliki unsur religi dari sisi lagu dan religi dari sisi pihak yang mengusung lagu tersebut. Dari sisi lagu, harus mengarah kepada pujian kepada Allah SWT. Sementara itu, orang yang membawakan lagu tersebut harus mengenakan pakaian yang sopan dan tidak membuka aurat.''Karena, dalam kacamata Islam, sebuah karya musik jangan sampai menarik pendengarnya kepada kemaksiatan dan perbuatan dosa. Tetapi, harus bisa menyebabkan orang bertambah takwa, seperti musik yang diusung oleh grup musik Bimbo, Snada, dan lainnya,'' musik yang banyak diusung saat ini, terutama oleh musisi Tanah Air, tambah Didin Hafidhudin, banyak yang tidak jelas. Musik, sambungnya, hanya ditujukan untuk melahirkan kesombongan dan itu, ungkap Didin, umat Islam perlu diarahkan kepada alternatif-alternatif musik, sama seperti halnya dengan ekonomi harus ada alternatif. ''Jangan sampai musik itu bebas nilai, terutama yang diperdengarkan kepada angkatan muda,'' tukasnya. Musik Sebagai Alat Terapi dan Pengobatan Seni musik yang berkembang begitu pesat di era kejayaan Islam tak hanya sekadar mengandung unsur hiburan. Para musisi Islam legendaris, seperti Abu Yusuf Yaqub ibnu Ishaq al-Kindi 801–873 M dan al-Farabi 872-950 M, telah menjadikan musik sebagai alat pengobatan atau Saoud dalam tulisannya bertajuk The Arab Contribution to the Music of the Western World menyebutkan bahwa al-Kindi sebagai psikolog Muslim pertama yang mempraktikkan terapi musik. Menurut Saoud, pada abad ke-9 M, al-Kindi sudah menemukan adanya nilai-nilai pengobatan pada musik. ''Dengan terapi musik, al-Kindi mencoba menyembuhkan seorang anak yang mengalami quadriplegic atau lumpuh total,'' papar musik juga dikembangkan ilmuwan Muslim lainnya, yakni al-Farabi 872-950 M. Al-Farabi menjelaskan terapi musik dalam risalah yang berjudul Meanings of Intellect. Amber Haque 2004 dalam tulisannya bertajuk Psychology from Islamic Perspective Contributions of Early Muslim Scholars and Challenges to Contemporary Muslim Psychologists, Journal of Religion and Health mengungkapkan, dalam manuskripnya itu, al-Farabi telah membahas efek-efek musik terhadap musik berkembang semakin pesat di dunia Islam pada era Kekhalifahan Turki Usmani. Prof Nil Sari, sejarawan kedokteran Islam dari Fakultas Kedokteran University Cerrahpasa Istanbul, mengungkapkan perkembangan terapi musik di masa kejayaan Turki gagasan dan pemikiran yang dicetuskan ilmuwan Muslim, seperti al-Razi, al-Farabi, dan Ibnu Sina, tentang musik sebagai alat terapi dikembangkan para ilmuwan di zaman kejayaan Turki Usmani. Mereka adalah Gevrekzade wafat 1801, Suuri wafat 1693, Ali Ufki 1610-1675, Kantemiroglu 1673-1723, serta Hasim Bey abad ke-19 M.Nil Sari mengatakan, para ilmuwan dari Turki Usmani itu sangat tertarik untuk mengembangkan efek musik pada pikiran dan badan manusia. Tak heran jika Abbas Vesim wafat 1759/60 dan Gevrekzade telah mengusulkan agar musik dimasukkan dalam pendidikan kedokteran. Keduanya berpendapat, seorang dokter yang baik harus melalui latihan musik. Usulan Vesim dan Gevrekzade itu diterapkan di universitas-universitas hingga akhir abad pertengahan. Sekolah kedokteran pada saat itu mengajarkan musik serta aritmatika, geometrik, dan astronomi kepada para Turki pra-Islam, ungkapnya, meyakini bahwa kosmos diciptakan oleh Sang Pencipta dengan kata 'ku' atau 'kok' suara. Mereka meyakini bahwa awal terbentuknya kosmos berasal dari suara. Menurut kepercayaan Islam, seperti yang tertulis dalam Alquran, Allah SWT adalah pencipta langit dan bumi. ''Dan, bila Dia berkehendak untuk menciptakan sesuatu, cukuplah Dia hanya mengatakan kepadanya, 'Jadilah.' Lalu, jadilah ia.'' QS Albaqarah 117.Setelah Islam berkembang di Turki, masyarakat negeri itu masih tetap meyakini kekuatan suara. Inilah yang membuat peradaban Islam di era Turki Usmani menyakini bahwa musik dapat menjadi sebuah alat terapi yang dapat menyeimbangkan antara badan, pikiran, dan emosi-sehingga terbentuk sebuah harmoni pada diri itu, para ahli terapi musik di zaman Ottoman meyakini bahwa pasien yang menderita penyakit tertentu atau emosi seseorang dengan temperamen tertentu dapat dipengaruhi oleh ragam musik tertentu. ''Para ahli musik di era Turki Usmani menyatakan, makam tipe melodi tertentu memiliki kegunaan pengobatan tertentu juga,'' sekitar 80 ragam tipe melodi yang berkembang di masyarakat Turki Usmani. Sebanyak 12 di antaranya bisa digunakan sebagai alat terapi. Menurut Nil Sari, dari teks-teks tua dapat disimpulkan bahwa jenis musik tertentu dapat mengobati penyakit tertentu atau perasaan era kejayaan Kesultanan Turki Usmani, terapi musik biasanya digunakan untuk beberapa tujuan, seperti pengobatan kesehatan mental, perawatan penyakit organik, atau perbaikan harmoni seseorang, yakni menyeimbangkan kesehatan antara badan, pikiran, dan emosi. Musik juga diyakini mampu menyebabkan seseorang tertidur, sedih, bahagia, dan bisa pula memacu Sari mengungkapkan, para ilmuwan di era Turki Usmani meyakini bahwa musik memiliki kekuatan dalam proses alam. Musik dapat berfungsi meningkatkan mood dan emosi secara keseluruhan. Bahkan, para ilmuwan di era Ottoman sudah mampu menetapkan jenis musik tertentu untuk penyakit tertentu. Misalnya, jenis musik huseyni dapat mengobati demam. Sedangkan, jenis musik zengule dan irak untuk mengobati itu, masyarakat Barat baru mengenal terapi musik pada abad ke-17 M. Adalah Robert Burton lewat karya klasiknya berjudul The Anatomy of Melancholy yang mengembangkan terapi musik di Barat. Menurut Burton, musik dan menari dapat menyembuhkan sakit jiwa, khususnya masyarakat Amerika Serikat AS baru mengenal terapi musik sekitar 1944. Pada saat itu, Michigan State University membuka program sarjana terapi musik. Sejak 1998, di Amerika telah berdiri The American Music Therapy Association AMTA. Organisasi ini merupakan gabungan dari National Association for Music Therapy NAMT yang berdiri tahun 1950 dan The American Association for Music Therapy AAMT yang berdiri tahun Gambus dan Rebana Unsur budaya Indonesia yang banyak mendapatkan pengaruh dari budaya Arab adalah seni, terutama seni tari dan seni musik tradisional. Tidak sulit untuk mengetahui jenis-jenis musik apa saja di yang dipengaruhi oleh musik Arab. Melalui teknologi informasi atau museum, kita dapat mengenali persamaan bentuk musik di jazirah Arab dan di negeri adalah salah satunya. Gambus berkembang pesat di beberapa kawasan Melayu, seperti Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia. Hingga kini, musik ini masih banyak dimainkan meskipun secara kuantitas tidak seramai kehadiran musik gambus dapat ditelusuri melalui masuknya Islam di kawasan Melayu. Dra Tengku Sitta Syaritsa dalam Musik Melayu dan Perkembangannya di Sumatra Utara menyatakan, masuknya musik gambus di Sumatra melalui hubungan dagang Kerajaan Melayu Aru yang berpusat di Deli dan Kerajaan Malaka dengan pedagang-pedagang Arab. Dari sini, kontak budaya terus berkembang sehingga melahirkan bentuk-bentuk kesenian dengan pernyataan itu, Tengku Irham, managing director of The Malay Management, mengatakan, selain kesamaan agama antara orang Melayu dan orang Arab, karakter orang Melayu sendiri terbuka bagi budaya-budaya luar.''Masuknya Islam melalui pantai timur Sumatra memungkinkan terjadinya kontak budaya antarbangsa, termasuk kontak budaya antara Melayu dan Arab. Pengaruh Arab dalam musik Melayu berupa alat musik dan nada lagu. Alat musiknya berupa gambus dan nada lagunya berupa cengkok Melayu yang khas padang pasir,'' kata Tengku Irham kepada gambus Pada zaman dahulu, masyarakat Melayu menampilkan gambus dalam berbagai hajatan, seperti pesta pernikahan, sunatan, upacara kelahiran, bahkan pada upacara kematian. Tampak jelas bagaimana pentingnya musik gambus bagi masyarakat Melayu. Ia menjadi hiburan, di samping sebagai sarana penyampaian pesan-pesan moral. Tak heran jika segenap masyarakat, mulai dari keluarga kesultanan hingga masyarakat awam, gandrung pada musik awal tahun 1970-an, musik gambus di Indonesia berkembang dengan baik. Biasanya, gambus diiringi dengan alat-alat musik yang terdiri atas biola, seruling, gendang, dan tabla. Salah satu orkes gambus yang terkenal pada awal tahun 70-an ialah Orkes Gambus El-Surayya di bawah pimpinan Almarhum Prof Ahmad hanya di Indonesia, masyarakat Melayu Sabah juga giat mengembangkan gambus. Tokoh musik pada waktu itu adalah Tuan Haji Umar Sidik, pendiri kelompok gambus Gelora Dakwah pada tahun 1975 dan juga Tuan Haji Jalidar bin Abd Rahim, pendiri kelompok Noor El-Kawakib pada tahun tetapi, pada era modern ini, keberadaan gambus semakin tersingkir oleh musik-musik modern. Boleh jadi hanya masyarakat Melayu Brunei yang masih memelihara tradisi pementasan gambus. Kerajaan Brunei Darussalam memberikan perhatian yang besar pada warisan seni musik ini melalui festival-festival dalam skala nasional dan internasional. Adapun di Indonesia dan Malaysia, gambus lebih akrab dengan museum daripada dengan pandangan Tengku Irham, satu-satunya jalan untuk menyelamatkan warisan kesenian tradisonal Indonesia adalah kemauan kuat dari pihak pemerintah. Musik tradisional akan semakin redup jika terus dibiarkan tergilas maraknya musik-musik modern yang komersial. "Memang, musik gambus akan tetap bertahan. Tapi, ya hanya sekadar bertahan, tidak berkembang. Oleh sebab itu, semua pihak harus membangun kesadaran untuk menyelamatkan warisan khazanah budaya kita," kasidah rebana lebih baik Nasib yang lebih baik dialami oleh musik kasidah rebana karena corak kearabannya lebih kental. Pada dasarnya, tema yang diusung dalam kasidah gambus dan kasidah rebana tidah jauh berbeda. Yaitu, seputar dakwah Islam; menyampaikan pesan agama, kisah para nabi, serta menyerukan semangat pembangunan bangsa dan sinilah letak kekuatan kasidah rebana. Di satu sisi, syair-syair yang disampaikan melintasi batas ruang dan waktu, bersifat universal, atau tidak cepat basi. Di sisi lain, warna musiknya kental dengan warna musik Arab sehingga dinilai lebih Islami daripada musik gambus. Menurut Hj Jalidar Abdul Rahim, lagu-lagu kasidah yang banyak beredar di dunia Melayu saat ini umumnya beraliran Arab Iraqi, Hijazi, dan kasidah dikenal juga dengan istilah nasyid. Ada pula yang menyebutnya tagoni dan samrah. Jika ditinjau dari segi kebahasaan, nasyid berasal dari kata 'nasyada' yang berarti membangkitkan atau memberikan semangat. Sampai era modern sekarang pun, bait-bait syair dalam musik kasidah masih diwarnai dengan nasihat keagamaan dan pembangkit dengan perkembangan musik di Tanah Air, kasidah rebana terus berbenah karena menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman. Pada pertengahan tahun 80-an, muncul kasidah dengan warna dangdut oleh kelompok musik Nasida Ria dari Semarang. Lirik dan warna musik yang ditawarkan itu mendapatkan sambutan luas dari masyarakat Muslim Indonesia. Bahkan, salah satu lagunya yang berjudul "Perdamaian" dipopulerkan kembali oleh tahun 1990-an, muncul kelompok-kelompok kasidah rebana beraliran pop yang dipopularkan oleh Hadad Alawi dan Sulis. Sedangkan, di Malaysia, sejak tahun 1997, kasidah rebana dipopulerkan grup musik Raihan, Rabbani, Hijjaz, dan Saujana. REPUBLIKA - Minggu, 10 Mei 2009 Penulis rid/dia/sya BACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini
Klinik Musik – Sahabat musik Agama Islam juga memiliki alat musik sendiri dalam melantunkan syair – syairnya yang tentunya alat musik yang satu ini sering dipakai saat acara – acara diatarannya ketika selametan, pernikahan, khitanan dll, ada juga yang dipakai ketika adzan akan tiba, alat musik ini termasuk traditional tapi juga ada yang modern, hm apa aja sih alat – alatnya, okey langsung aja sahabat musik simak artikel tentang alat – alat musik Islami Ciihuuyy Ÿ˜€ Sejarah Alat Musik oleh Islam Seni musik berkembang begitu pesat di era keemasan Dinasti Abbasiyah. Perkembangan seni musik pada zaman itu tak lepas dari gencarnya penerjemahan risalah musik dari bahasa Yunani ke dalam bahasa Arab. Selain itu, sokongan dan dukungan para penguasa terhadap musisi dan penyair membuat seni musik makin menggeliat. Apalagi di awal perkembangannya, musik dipandang sebagai cabang dari matematika dan filsafat. Boleh dibilang, peradaban Islam melalui kitab yang ditulis Al-Kindi merupakan yang pertama kali memperkenalkan kata ‘musiqi’. Al-Isfahani 897 M-976 M dalam Kitab Al-Aghani mencatat beragam pencapaian seni musik di dunia Islam. Meski dalam Islam terdapat dua pendapat yang bertolak belakang tentang musikada yang mengharamkan dan ada pula yang membolehkan. Pada kenyataannya, proses penyebaran agama Islam ke segenap penjuru Jazirah Arab, Persia, Turki, hingga India diwarnai dengan tradisi musik. Selain telah melahirkan sederet musisi ternama, seperti Sa’ib Khathir wafat 683 M, Tuwais wafat 710 M, Ibnu Mijjah wafat 714 M, Ishaq Al- Mausili 767 M-850 M, serta Al-Kindi 800 M-877 M, peradaban Islam pun telah berjasa mewariskan sederet instrumen musik yang terbilang penting bagi masyarakat musik modern. Berikut ini adalah alat musik yang diwariskan musisi Islam di zaman kekhalifahan dan kemudian dikembangkan musisi Eropa pasca- Renaisans Alboque atau Alboka Keduanya merupakan alat musik tiup terbuat dari kayu berkembang di era keemasan Islam. Alboka dan alboque berasal dari bahasa Arab, ‘albuq’, yang berarti terompet. Inilah cikal bakal klarinet dan terompet modern. Menurut Henry George Farmer 1988 dalam Historical facts for the Arabian Musical Influence, instrumen musik alboka dan alboque telah digunakan oleh musisi Islam di masa kejayaan. Instrumen musik tiup itu diperkenalkan umat Islam kepada masyarakat Eropa saat pasukan Muslim dari Jazirah Arab berhasil menaklukkan Semenanjung Iberia wilayah barat daya Eropa, terdiri atas Spanyol, Portugal, Andora, Gibraltar, dan sedikit wilayah Prancis. Tak heran, jika masyarakat Eropa meyakini bahwa alboque berasal dari Spanyol, khususnya Madrid. Gitar, Kecapi, dan Oud Maurice J Summerfield 2003 dalam bukunya bertajuk, The Classical Guitar, It’s Evolution, Players and Personalities since 1800, menyebutkan bahwa gitar modern merupakan turunan dari alat musik berdawai empat yang dibawa oleh masyarakat Muslim, setelah Dinasti Umayyah menaklukkan semenanjung Iberia pada abad ke-8 M. Oud kemudian berkembang menjadi kecapi modern. Gitar berdawai empat yang diperkenalkan oleh bangsa Moor terbagi menjadi dua jenis di Spanyol, yakni guitarra morisca gitar orang Moor yang bagian belakangnya bundar, papan jarinya lebar, dan memeliki beberapa lubang suara. Jenis yang kedua adalah guitarra latina gitar Latin yang menyerupai gitar modern dengan satu lubang suara. Alat musik Oud juga populer di wilayah Azerbaijan. Masyarakat di wilayah itu menyebut alat musik petik ini dengan sebutan Ud. Masyarakat Eropa Barat mulai mengenal dan menggunakan Oud sejak tahun 711 M. Alat musik petik khas umat Islam ini hampir sama dengan pandoura yang dikembangkan peradaban Yunani Kuno atau pandura alat musik bangsa Romawi. Zyriab merupakan pemain Oud termasyhur di Andalusia. Dia tercatat sebagai pendiri sekolah musik pertama di Spanyol. Menurut cendikiawan Islam yang juga musisi terkemuka era keemasan, Al-Farabi, Oud ditemukan oleh Lamech cucu keenam Nabi Adam AS. Hurdy Gurdy dan Instrumen Keyboard Gesek Hurdy Gurdy boleh dibilang sebagai nenek moyang alat musik piano. Alat musik ini ternyata juga merupakan warisan dari peradaban Islam di zaman kekhalifahan. Marianne Brocker dalam sebuah teori yang diajukannya menyebutkan bahwa instrumen yang mirip dengan hurdy gurdy pertama kali disebut dalam risalah musik Arab. Manuskrip itu ditulis oleh Al-Zirikli pada abad ke-10 M. Alat Musik Organ Jarak Jauh Menurut George Sarton, alat musik organ hidrolik jarak jauh pertama kali disebutkan dalam risalah Arab berjudul, Sirr Al-Asrar. Alat musik ini dapat didengar hingga jarak 60 mil. Manuskrip berbahasa Arab itu kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Roger Bacon di abad ke-13 M. Instrumen Musik Mekanik dan Organ Hidrolik Otomatis Kedua alat musik itu ditemukan oleh Banu Musa bersaudara. Ilmuwan Muslim di zaman Abbasiyah ini berhasil menciptakan sebuah organ yang digerakkan oleh tenaga air. Secara otomatis tenaga air itu memindahkan silender sehingga menghasilkan musik. Prinsip kerja dasar alat musik ini, papar Charles B Fowler, masih menjadi rujukan hingga paruh kedua abad ke-19 M. Banu Musa bersaudara juga mampu menciptakan peniup seruling otomatis. Inilah mesin pertama yang bisa diprogram. Menurut Francoise Micheau dalam bukunya berjudul, The Scientific Institutions in the Medieval Near East, Banu Musa mengungkapkan penemuannya itu dalam kitab bertajuk, Book of Ingenious Devices. Timpani, Naker, dan Naqareh Alat musik timpani tambur atau genderang Menurut Henry George Farmer 1988 dalam bukunya, Historical facts for the Arabian Musical Influence, cikal bakal timpani berasal dari Naqareh Arab. Alat musik pukul itu diperkenalkan ke benua Eropa pada abad ke-13 M oleh orang Arab dan Tentara Perang Salib. Biola, Rebec, dan Rebab Biola modern yang saat ini berkembang pesat di dunia Barat ternyata juga berawal dan berakar dari dunia Islam. Alat musik gesek itu diperkenalkan oleh orang Timur Tengah kepada orang Eropa pada masa kejayaan Kekhalifahan Islam. Biola pertama berasal dari Rebec yang telah digunakan oleh musisi Islam sejak abad ke-10 M. Cikal bakal biola juga diyakini berasal dari rebab, alat musik asli dari Arab. Konon, Al-Farabi merupakan penemu rebab rebec. Peradaban Islam di masa keemasan telah menyumbangkan beragam warisan penting bagi masyarakat modern. Masyarakat Barat ternyata tak hanya berutang budi karena telah menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan umat Islam di zaman kekhalifahan, tapi juga di bidang musik dan seni yang tinggi di bidang musik menunjukkan betapa masyarakat Muslim telah mencapai peradaban yang sangat tinggi di abad pertengahan. Alat Musik Yang Digunakan Untuk Musik Islami Berikut adalah nama – nama alat musik yang sering dimainkan untuk mengiringi lantunan dakwah islam dan syair – syair islam, berikut alat musiknya 1. Rebana Rebana yakni sebuah alat yang terbuat dari kulit lembu menyerupai bedug pada masjid , namun berukuran kecil , sehingga cara memainkannya pun dengan di bawa oleh tangan kiri , dan di mainkan dengan tangan kanan. 2. Bass Hadroh Mirip seperti bass drum tapi berbeda di bentuk belakangnya, biasanya disebut bass Habib Syech. 3. Ketipung Alat musik pukul yang menghasil suara khas, ketipung juga sering dipergunakan untuk mengiringi hadroh. 4. Tamborin Tamborin adalah alat musik perkusi yang dimainkan dengan cara ditabuh dan digoyangkan. Tamborin menghasilkan suara gemerincing yang dapat dipadukan dengan suara tabuhan dari bagian membrannya. 5. Marawis 6. Tumbuk Batu Marawis 7. Tumbuk Pinggang Marawis 8. Cymbal dan Tamborin 9. Tabla Alat Musik dari india, biasanya digunakan oleh orkes gambus. 10. Gendang Alat musik pendukung untuk orkes gambus dll. 11. Gambus Adalah alat musik petik seperti mandolin yang berasal dari Timur Tengah. Paling sedikit gambus dipasangi 3 senar sampai paling banyak 12 senar. Gambus dimainkan sambil diiringi gendang. 12. Bedug Adalah alat musik tabuh seperti gendang. Bedug merupakan instrumen musik tradisional yang telah digunakan sejak ribuan tahun lalu, yang memiliki fungsi sebagai alat komunikasi tradisional, baik dalam kegiatan ritual keagamaan maupun politik. Di Indonesia, sebuah bedug biasa dibunyikan untuk pemberitahuan mengenai waktu salat atau sembahyang. Bedug terbuat dari sepotong batang kayu besar atau pohon enau sepanjang kira-kira satu meter atau lebih. Bagian tengah batang dilubangi sehingga berbentuk tabung besar. Ujung batang yang berukuran lebih besar ditutup dengan kulit binatang yang berfungsi sebagai membran atau selaput gendang. Bila ditabuh, bedug menimbulkan suara berat, bernada khas, rendah, tetapi dapat terdengar sampai jarak yang cukup jauh. >> Qosidah Rebana Adalah seni suara yang bernapaskan Islam, dimana lagu-lagunya banyak mengandung unsur-unsur dakwah Islamiyah dan nasihat-nasihat baik sesuai ajaran Islam. Biasanya lagu-lagu itu dinyanyikan dengan irama penuh kegembiraan yang hampir menyerupai irama-irama Timur Tengah dengan diiringi rebana, yaitu sejenis alat tradisional yang terbuat dari kayu, dibuat dalam bentuk lingkaran yang dilobangi pada bagian tengahnya kemudian di tempat yang dilobangi itu di tempel kulit binatang yang telah dibersihkan bulu-bulunya. Alat Musik Marwis Adalah salah satu jenis “band tepuk” dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian Timur Tengah dan Betawi, dan memiliki unsur keagamaan yang kental. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta. Alat Musik Hadroh Dari segi bahasa Hadroh berarti kehadiran yang berasal dari kosa kata bahasa arab hadhoro – yahdhuru- hadhrotan Hadhroh, sedangkan menurut istilah atau pada prakteknya menurut sebagian orang hadlroh merupakan irama yang diperdengarkan yang berasal dari alat musik rebana. Alat Musik Orkes gambus Gambus dimainkan sambil diiringi gendang. Sebuah orkes memakai alat musik utama berupa gambus dinamakan orkes gambus atau disebut gambus saja. Di TVRI dan RRI, orkes gambus pernah membawakan acara irama padang pasir. Orkes gambus mengiringi tari Zapin yang seluruhnya dibawakan pria untuk tari pergaulan. Lagu yang dibawakan berirama Timur Tengah. Sedangkan tema liriknya adalah keagamaan. Alat musiknya terdiri dari biola, gendang, gitar, bass, tabla dan seruling. ==== Semoga Bermanfaat, Baca Artikel Lainnya ====